fbpx

MASA DEPAN GEREJA TERANCAM SURAM?

29 September 2022
Christian Darmawan
shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft

Riset BRC menyatakan hanya 1 dari 3 anak muda Kristen Indonesia yang nunggu ibadah hari Minggu. Berita ini cukup memprihatinkan, karena menunjukkan Generasi Muda tidak lagi tertarik dengan Gereja. Jika hal ini tidak segera ditindak lanjuti, tidak menutup kemungkinan 10-15 tahun lagi akan ada banyak Gereja di Indonesia yang tidak memiliki jemaat. Karena Generasi Muda yang sekarang, nantinya tidak akan lagi menaruh perhatian soal Gereja.

Sebagai Pemimpin Gereja generasi sekarang, hal ini menjadi tugas penting yang perlu diperhatikan. Gereja perlu aktif menjangkau Generasi Muda dengan mencari tahu hal yang dibutuhkan mereka. Untuk mengetahui hal tersebut, kali ini kita akan belajar dari beberapa alasan mengapa Generasi Muda berhenti bergereja.

1. Karena Generasi Muda merasa tidak diperhatikan

Banyak generasi muda yang merasa Gereja tidak memperhatikan kebutuhan mereka. Ada kesaksian bahwa anak muda kecewa dengan Gereja karena hanya ulang tahunnya yang tidak pernah di doakan. Ada juga yang cerita kalau Gereja hanya mendengar curhatan anak yang punya relasi dengan orang Gereja, tetapi jika Jemaat biasa mereka tidak diperhatikan. Hal-hal seperti ini harus diwaspadai dan dihindari terjadi di Gereja agar generasi muda tidak kecewa dengan Gereja.

2. Karena Generasi Muda merasa diceramahi

Generasi muda butuh bimbingan, bukan teguran tanpa solusi. Ada beberapa kasus dimana generasi muda merasa ketika menceritakan permasalahan mereka, tidak mendapat solusi tetapi hanya mendapat judgment, dan akhirnya mereka malas untuk bercerita lagi. Gereja perlu menghindari penyampaian nasihat dengan cara frontal, dengan menggantinya menggunakan sharing seperti  : “.. kamu bisa mungkin coba lakuin ini, dengan cara ini..”

3. Karena Gereja gagal beradaptasi dengan perkembangan jaman

Ada gereja yang menolak perkembangan jaman dan bersikeras memegang cara lama. Menolak penggunaan teknologi bahkan menolak belajar perkembangan jaman, sehingga Generasi Muda mengganggap Gereja bersikap kolot. Padahal dengan teknologi, beberapa pekerjaan Gereja akan dimudahkan, seperti penyebaran berita melalu applikasi, database jemaat dalam bentuk digital, dll.

Padahal dengan menggunakan teknologi, Gereja dapat menjangkau Generasi Muda lebih mudah, dengan cara melibatkan mereka dalam pelayanan penggunaan teknologi. Misalnya, banyak Gereja yang sudah memiliki sosmed dan di manage oleh Generasi Muda. Atau mungkin Gereja bisa melibatkan Generasi Muda untuk membantu di bagian administrasi menggunakan Shiftsoft

Shiftsoft dapat membantu administrasi Gereja mulai dari pendataan Jemaat secara digital, penyebaran berita real time, keuangan yang transparan dari modul donasi, bahkan sampai penjadwalan pelayanan melalui aplikasi. Shiftsoft memiliki tampilan dan penggunaan yang relatif mudah, sehingga Generasi Muda dapat membantu pekerjaan Gereja melalui software ini.

Dengan fitur-fitur yang terus dikembangkan, Shiftsoft berusaha membantu Gereja mengikuti perkembangan jaman, sehingga bisa menjangkau Generasi Muda. Gereja perlu sadar bahwa nasib berikutnya berada di tangan anak-anak generasi sekarang. Jika Generasi Muda sekarang berhenti bergereja, bagaimana nasib masa depan Gereja?

Share post ini ke temen supaya dia juga sadar ya!

Follow IG kita untuk dapat informasi lain seputar Gereja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gunakan sekarang,
Gratis!

Daftarkan Gereja Anda untuk mendapatkan Penggunaan Gratis selama 2 bulan. Tim Shiftsoft akan secara penuh membantu Gereja dalam seluruh proses implementasi, mulai dari input data, training, serta akses tanya jawab yang sangat mudah. 
Copyright 2020 by PT. Pilar Dinamika Integra.
Victor | 
08113455520 | 
sales@dinamigra.com
Hubungi Shiftsoft