fbpx
shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft

Dalam sebuah podcast, penulis rohani Lisa Bevere prihatin dengan kondisi pemuridan Gereja. Dia gelisah karena melihat banyaknya Jemaat berpikir pemuridan merupakan tanggung jawab pemimpin Gereja saja.

Padahal, pemuridan juga tanggung jawab semua Jemaat, dan bila dikerjakan bersama-sama, dampak yang terjadi akan lebih besar. Karena itu, semua Jemaat harus memulai pemuridan. Adapun hal yang harus disiapkan sebelum pemuridan adalah :

1. Pondasi iman harus teguh

Tanpa iman yang kuat, Jemaat akan hanyut oleh ajaran-ajaran dunia. Agar Jemaat bisa menjaga iman, Jemaat perlu terus bersekutu  dengan Tuhan dan mempelajari Firman-Nya.

2. Persekutuan dengan Tuhan

Akan ada banyak rintangan dalam melakukan pemuridan, karena itu Jemaat harus menjaga persekutuan dengan Tuhan. Jemaat perlu meluangkan waktu untuk bersaat teduh dan menyembah Tuhan.

3. Mental yang berfokus kepada Tuhan

Dengan mengubah fokus memuridkan sebagai bentuk melakukan kehendak Tuhan, Jemaat akan percaya semua hal baik dan buruk yang terjadi, atas seijin Tuhan, dan Ia yang akan membantu Jemaat melewatinya.

Setelah menyiapkan ketiga hal ini, SHIFTSOFT dapat membantu Gereja mendukung pergerakkan pemuridan. SHIFTSOFT merupakan one-stop apps yang dapat membantu Gereja melakukan pergerakkan, salah satunya pemuridan.

SHIFTSOFT membantu dari penyimpanan materi pengajaran, pendataan jiwa-jiwa baru, penyebaran informasi pertemuan, hingga sampai pengumuman gerakan pemuridan  agar didoakan seluruh Jemaat Gereja

Dengan semua persiapan ini, Jemaat dapat dimampukan untuk melakukan pemuridan. Dengan aktif melakukan pemuridan, maka pertumbuhan orang percaya akan semakin banyak dan kokoh. Bagaimana Gereja Anda, sudah memulai Gerakan pemuridan?

shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft
https://www.christianitytoday.com/news/2022/july/gen-z-mental-health-christian-college-school-counseling-sur.html

Lewat risetnya, Barna mengatakan bahwa dalam sekolah berbasis Kristen hanya 17% dari anak muda yang merasa Gereja membantu mereka menemukan tujuan hidup. Kebanyakan dari mereka merasa Gereja bersikap pasif tentang keadaan mereka.

Padahal jika generasi muda dapat merasakan kepedulian, mereka dapat menjadi sangat terbuka, termasuk dalam hal tujuan hidup. Hal ini menjadi wake up call bagi Gereja. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan berdasarkan hasil study yang dilakukan:

1. Bertindak aktif

Gereja dapat bertindak aktif dengan cara memulai komunikasi terlebih dahulu. Gereja perlu menyelami dunia generasi muda, mengetahui istilah-istilah, atau bahkan budaya generasi muda, yang akan sangat membantu dalam memulai komunikasi.

2. Membangun hubungan yang kuat

Gereja perlu mengusahakan agar hubungan yang terjadi cukup kuat. Tolok ukurnya adalah sebesar apa generasi muda dapat terbuka dan percaya untuk menceritakan tentang permasalahan yang dihadapi. Untuk itu, Gereja perlu membangun komunitas yang otentik dan sehat, yang dapat menjadi wadah bagi mereka untuk curhat, sharing, dan sebagainya.

CARANYA?

3. Membagikan Value

Dalam menjangkau generasi muda, Gereja perlu mengurangi pendekatan yang bersifat tuntutan, dan lebih berusaha berbagi. Dengan begitu, value-value yang diberikan tidak akan dianggap sebagai menggurui, tetapi lebih ke sharing pengalaman, yang nantinya akan mereka jadikan bekal dalam mencari tujuan hidupnya.

Untuk bisa lebih maksimal, Gereja perlu memastikan pendataan jemaatnya berjalan dengan baik, sehingga data generasi muda, perkembangannya, dapat diamati secara detail. Dengan begitu, semua generasi muda dalam gereja dapat diperhatikan secara menyeluruh, tanpa ada yang terlewat.

Jika serius dijalankan, Gereja memiliki peluang yang besar dalam mengarahkan generasi muda dalam pencarian tujuan hidupnya. Bagaimana dengan Gereja Anda, apakah generasi mudanya sudah cukup diperhatikan?

shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft

Berdasarkan study Barna pada beberapa sekolah keagamaan menunjukkan kondisi gen Z yang tertekan sampai pada titik bertanya “Untuk apa saya hidup?” Tekanan ini diduga akibat dari anxiety akibat pandemi beberapa tahun terakhir.

Riset kemudian menunjukkan dengan bantuan konseling secara profesional sekaligus konseling secara keagamaan, para murid dengan iman yang baru dapat lebih tangguh menghadapi permasalahan yang ada. Dari study kasus ini, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari untuk Gereja:

1. Tekanan yang dialami gen Z berbeda dengan generasi sebelumnya

Dengan perkembangan teknologi yang ada dan juga situasi pandemi sekarang, gen Z menghadapi tekanan mungkin berbeda dari apa yang dirasakan generasi sebelumnya. Gereja perlu lebih bersabar dalam menghadapi gen Z dan berusaha untuk berempati terhadap apa yang dirasakannya

2. Generasi Z jaman sekarang perlu mentor untuk membimbing

Dengan banyaknya tekanan hidup dalam masa transisi pada kedewasaannya, gen Z membutuhkan mentor untuk membimbing keputusannya. Gereja perlu memperhatikan dan peka terhadap kebutuhan gen Z jaman sekarang

3. Pentingnya iman bagi gen Z

Tanpa adanya iman yang kuat, gen Z akan terbawa arus dan tekanan dunia. Gereja perlu menjadi sarana perlindungan bagi gen Z, agar mereka tumbuh berkembang dalam iman yang kuat.

Dalam melakukan usaha ini, Gereja perlu menggunakan metode-metode yang relate bagi generasi Z, seperti media sosial, cara dan pola komunikasi, serta masalah-masalah yang dihadapi pada kondisi sekarang.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan SHIFTSOFT untuk terus berinovasi dalam pengembangan fitur-fiturnya. Kami ingin agar melalui SHIFTSOFT, Gereja dapat memenuhi kebutuhan generasi-generasi jaman sekarang. Bagaimana dengan Anda? Apa yang kira-kira dapat Anda bagikan bagi gen Z?

shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft

Bagi Gereja, generasi Z merupakan aset penting yang harus dijaga dan dikembangkan. Dengan penggembalaan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama dari pergerakkan Gereja. Untuk itu, Gereja perlu berupaya agar gen Z dapat tertanam di Gereja.

Untuk mencapai hal tersebut, Gereja perlu untuk membangun ikatan yang kuat dengan mereka. Sebuah riset dari Barna menyebutkan 3 rahasia agar dalam membangun hubungan yang kuat dengan gen Z. Apa saja langkah tersebut?

1. Membangun komunikasi sosial yang baik

Gereja dapat membantu gen Z untuk percaya dan terbuka. Hal ini dilakukan dengan cara bertindak aktif dalam komunikasi, semisal mencari info terlebih dahulu, memperhatikan keadaannya, atau bahkan menanyakan kabar. Jika Gen Z sudah mulai percaya, mereka akan jauh lebih mudah terbuka tentang dirinya.

2. Membangun target komunikasi yang bisa dicapai.

Artinya, dalam komunikasi yang terjadi, ada sebuah tujuan yang ingin dicapai dan dapat direalisasikan, semisal membangun target untuk menjadi pribadi yang terbuka, atau menjadi percaya diri saat berkomunikasi tatap muka. Dengan begitu, gen Z akan merasakan manfaat dalam berkomunikasi, sehingga mereka akan berusaha berkomunikasi lagi

3. Mengarahkan untuk mengembangkan kesadaran tentang arah tujuan hidup.

Banyak dari gen Z yang sebenarnya rindu untuk dituntun karena mereka merasa tidak tahu apa tujuan hidup mereka. Disini Gereja perlu peka dengan kebutuhan mereka, sehingga gen Z tidak merasa terhilang. Dengan begitu, gen Z akan merasa diperhatikan dan mereka akan semakin tertanam di Gereja

Generasi Z adalah masa depan Gereja, sehingga Gereja perlu memberikan perhatian lebih juga bagi mereka. Dengan memberikan yang mereka butuhkan, Gereja dapat membangun hubungan yang kuat, sehingga gen Z akan lebih mudah tertanam di Gereja. Apa yang sudah Gereja Anda lakukan untuk menyentuh anak muda? Diskusikan sama-sama yuk!

shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft

Pada masa sekarang ada banyak sekali Gereja yang pertumbuhan Jemaatnya berhenti. Hal ini biasanya disebabkan oleh tiga hal, antara lain:

Pertama, tidak adanya regenerasi di Gereja. Jika Gereja hanya melakukan rutinitas dan tidak berusaha mengembangkan Jemaat dan regenerasi, lambat laun Gereja akan sepi dan tidak bertumbuh. Banyak Gereja yang terbuai dengan zona nyaman dan akhirnya hanya bersikap pasif terhadap Jemaat. Hal ini perlu dihindari oleh Gereja-gereja.

Kedua, Gereja akan mati apabila kerohanian Jemaat tidak terurus. Dengan tidak adanya pertumbuhan rohani yang konsisten, Jemaat akan gampang meninggalkan Gereja, karena tidak merasa adanya ikatan dengan Gereja. Jemaat cenderung akan segera berpindah tempat dimana dirinya merasa bertumbuh.

Ketiga, Gereja yang tidak berfokus pada pergerakkan visinya. Gereja yang tidak memiliki arah, akan binggung menentukan pergerakkannya, dan kebanyakan Gereja yang tidak mempunyai visi hanya berputar-putar sampai “kehabisan” tenaga. Gereja yang tidak mempunyai visi yang jelas pada akhirnya akan terhilang juga.

Dalam upaya mencegah hal ini terjadi, SHIFTSOFT mengimplementasikan fitur-fiturnya agar Gereja dapat menghindari ketiga hal ini terjadi. Dalam upaya membantu merawat kerohanian Jemaat, SHIFTSOFT mengembangkan fitur Daily Devotion yang akan membantu menanamkan nilai-nilai rohani secara rutin di jemaat. Melalui fitur ini juga Gereja dapat menjelaskan tentang visi pergerakkan Gereja, sehingga Jemaat akan selalu teringat tentang arah pergerakkan Gereja.

Selain itu, dalam membantu proses regenerasi, SHIFTSOFT dapat membantu melalui fitur database jemaat, dimana setiap detail data bisa diolah dikelompokkan. Dengan begitu, Gereja dapat mengawasi tingkat keaktifan jemaat melalui data report, kemudian juga memastikan adanya calon pemimpin-pemimpin baru di gereja, dan memastikan regenerasi tetap berjalan.

Kemudian dengan fitur News, Gereja dapat memastikan Jemaat mendapat info mengenai pelatihan pelayanan, atau kesempatan melayani di Gereja. Dengan adanya hal ini, Gereja dapat menjaga proses regenerasi Jemaat dan Pelayan Tuhan. Dengan fitur News, Gereja juga dapat menyampaikan acara-acara yang berkenaan dengan visi Gereja, sehingga arah pergerakkan Gereja tetap terjaga. Dengan fitur-fitur yang ada di SHIFSOFT, Gereja dapat mencegah ketiga hal tadi yang dapat merusak pertumbuhan Gereja. Bagaimana dengan Gereja Anda? Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk mencoba demo produk  kami!

shiftsoft, aplikasi, gereja, sistem, informasi, database, church, management, app, service, free, gratis, gerejasoft, gereja soft

Dalam kehidupan rohani, memberi merupakan salah satu tanda kedewasaan rohani. Pemberian yang dilakukan dapat berupa waktu, talenta, atau bahkan materi. Dengan memberi, maka secara tidak langsung Jemaat membantu agar pergerakan Gereja dapat terwujud.

Tapi banyak juga Gereja yang Jemaatnya kurang peduli terhadap pergerakkan Gerejanya. Bagaimana cara Gereja menyikapi hal ini?

Idealnya, ketika kerohanian Jemaat bertumbuh, kedewasaan untuk memberi juga akan bertumbuh. Gereja dapat berusaha membangun kesadaran Jemaat tentang pentingnya memberi untuk pergerakkan Gereja dengan menanam nilai-nilai rohani. Dengan begitu, kedewasaan rohani Jemaat akan bertumbuh semakin cepat.

Setelah Jemaat semakin dewasa, Gereja dapat membagikan informasi mengenai rencana-rencana pergerakkan Gereja sesuai dengan visinya. Hal ini dilakukan supaya Jemaat bisa mengetahui arah pergerakkan Gereja, dan bagaimana cara mendukung pergerakkan tersebut.

Setelah Jemaat terdorong untuk membantu, Gereja perlu memberi laporan pertanggung jawaban mengenai pergerakkan tersebut agar integritas Gereja tetap terjaga. Dengan melakukan hal ini, Gereja menuntun agar Jemaat bisa belajar dewasa dalam memberi

SHIFTSOFT dapat membantu Gereja dalam setiap langkah-langkah ini. Dengan menggunakan fitur Daily Devotion, nilai-nilai kedewasaan rohani dapat dibagikan secara rutin tiap hari. Kemudian dalam menginformasikan setiap pergerakkan, Gereja dapat menggunakan fitur News untuk membagikan detail informasi mengenai acara tersebut.

Dan langkah terakhir, SHIFTSOFT dapat menggunakan fitur Keuangan untuk menampilkan laporan data mengenai detail kebutuhan acara pergerakkan tersebut. Dengan fitur-fiturnya, SHIFTSOFT berusaha memudahkan usaha Gereja dalam membantu menumbuhkan kedewasaan rohani Jemaat. Bagaimana dengan Anda, sudahkan anda membantu pergerakkan gereja Anda?

Copyright 2020 by PT. Pilar Dinamika Integra.
Victor | 
08113455520 | 
sales@dinamigra.com
Hubungi Shiftsoft